SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA 2017/1438 H SISWA SISWI SMPN 8 TANGERANG SELATAN

Superadmin · 20 July 2017 · Berita

Menurut istilah dalam syariat Islam, yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa, berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim, Ibnu Abbas menjawab:

وكتبت تسألنى عن اليتيم متى ينقطع عنه اسم اليتم ، وإنه لا ينقطع عنه اسم اليتم حتى يبلغ ويؤنس منه رشد
( رواه مسلم )

Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa
sumber : masjid al ikhlas

 

Berdasarkan hadits tersebut kita telah mengetahui batasan mengenai anak yatim. Setelah kita mengetahui batasan tersebut, tentu saja kita harus mengetahui hak hak yang harus diterima oleh anak yatim. Karena anak yatim sebenarnya adalah bagian dari kita. Apabila kita tidak bisa memberikan hak untuk anak yatim, maka sesungguhnya hak hak Anda juga tidak akan diberikan oleh Dzat Yang Maha Kuasa.

Menurut Prof Dr KH Achmad Satori Ismail, ada beberapa hak anak yatim yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. Karena menurut syariat Islam, ada beberapa kemuliaan apabila kita menyantuni anak yatim. Kemuliaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berbuat baik dan menyantuni anak yatim merupakan amalan yang paling utama dan paling suci (QS al-Baqarah [2]: 177). Menurut agama Islam, perbuatan menyantuni anak yatim akan mendapat surga (QS al-Insan: 8-22), sedangkan apabila kita tidak menyantuni anak yatim maka kita akan mendapat dosa besar dan masuk neraka (HR Bukhari dan Muslim).

2. Rumah yang paling baik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Jadi apabila kita memiliki saudara dan kondisinya sudah menjadi anak yatim, sebagai keluarga kita wajib menyantuninya dengan benar dengan memperhatikan kebutuhannya, baik kebutuhan material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan spiritual.

Berdasarkan Al Quran dan Hadits maka digiatkanlah pembiasaan siswa untuk berbagi kepada meraka yang membutuhkan.

Pembentukan karakter baik siswa siswi SMPN 8 Tangerang Selatan juga diharapkan terbentuk, dengan mengumpulkan sembako dan membagikan 377 paket sembako itu usai sanlat 3 hari, kepada yatim dan dhuafa yang berada di sekitar sekolah.

Read 168 times
Rates
(0 Vote)

Beri Komentar

Kode Keamanan *
Click to reload image